JAKARTA — Langkah besar menuju kemandirian teknologi nasional ditandai dengan peresmian fasilitas riset kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan superkomputer tercanggih di Asia Tenggara. Fasilitas ini diharapkan mampu mempercepat pengolahan data sains, mitigasi bencana cuaca, serta pengembangan model bahasa besar berbahasa daerah di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika dalam sambutannya menegaskan bahwa kedaulatan data dan penguasaan infrastruktur AI adalah pilar utama ketahanan nasional abad ke-21.

"Kita tidak boleh hanya menjadi pasar konsumen kecerdasan buatan global, melainkan harus menjadi produsen solusi komputasi yang menjawab tantangan kepulauan nusantara."

Fokus Utama Pengembangan

Pusat inovasi komputasi ini akan berkolaborasi langsung dengan universitas terkemuka dan ekosistem startup lokal dengan 3 fokus utama:

  1. Pengembangan model AI pertanian presisi dan prediksi panen komoditas pangan.
  2. Diagnosa dini kesehatan berbasis citra medis di fasilitas kesehatan pelosok negeri.
  3. Otomatisasi pengolahan bahasa alami (NLP) untuk pelestarian lebih dari 700 bahasa daerah di Indonesia.

Diharapkan fasilitas ini mulai beroperasi penuh dengan kapasitas 100 Petaflops mulai kuartal depan.